Friday, 19 September 2014

Pengertian Puisi dan jenisnya

Puisi adalah sebuah imajinasi kata yang didapat dari sebuah kesadaran manusia baik berupa pengalaman atau pun sebuah gagasan, dan di susun menggunakan pilihan kata atau bahasa yang berirama dan mengutamakan kualitas estetikanya untuk tambahan.  Puisi berbeda dengan prosa atau paragraf. Karena di dalam puisi terdapat penekanan pada segi estetika, meter dan rima sebuah bahasa yang akan membangkitkan respons emosional bagi pembaca. Selain itu, puisi cenderung berawal dari curahan hati seseorang yang menimbulkan orang lain akan mengerti rasa di hatinya.
Sebuah puisi disusun secara berbaris atau berbait. Dalam satu bait terdapat beberapa suku kalimat, yang tidak ditentukan (bebas). Baris-baris puisi ini dapat berbentuk apa saja zigzag, lurus, membentuk sebuah benda, dan sebagainya. Jadi estetika puisi tidak hanya terdapat pada kata dan bahasa saja tapi pada penyusunan bait juga di tuntut untuk lebih indah dan rapi. Salah satu ciri puisi adalah pengguanaan majas di dalam bait puisi.
Di dalam penyusunan puisi terdapat unsur-unsur puisi yang harus di perhatiakan. Unsur-unsur ini saling berhubungan sehingga dapat membentuk suatu puisi yang indah dan bermakna.   Adapun unsure-unsur puisi tersebut adalah :
1.    Kata
Yang paling berperan dan sangat utama di perlukan adalah unsure kata (diksi). Pemilihan kata, penempatannya pada larik-larik yang ditentukan sangat mempengaruhi keindahan puisi. Kata pada puisi cenderung menggunakan kata yang tidak sering di pakai dalam kata sehari-hari. Kata yang digunakan biasanya adalah kata kiasan sehingga menimbulkan efek tidak langsung untuk dipahami. Contoh : Lentera artinya lampu kecil.
2.    Larik
Dalam sebuah larik dapat berupa kata, frase, atau bahkan kalimat. Dan agar puisi itu lebih indah dalam satu larik dapat menggunakan majas. Majas adalah gaya bahasa. Dari majas inilah yang membedakan anatara puisi dan prosa.
3.    Bait
Bait merupakan kumpulan atau susunan dari sebuah larik yang koheren atau berhubungan. Pada jenis puisi lama pembeda antara bait satu dengan bait yang lainnya adalah letak per bait itu sendiri. Dalam satu bait terdapat empat larik, biasanya bait kedua diletakkan agak menjorok kedalam, sedangkan bait ketiga sejajar dengan bait pertama, dan seterusnya.
4.    Bunyi
Penyusun unsur bunyi adalah rima dan irama. Dimana rima adalah persajakan dan irama adalah pengaturan tinggi-rendah, panjang-pendek, dank eras-lembutnya pengucapan kata. Kedua unsure bunyi inilah yang akan menimbulkan efek musikalisasi puisi tanpa dilagukan.
5.    Makna
Unsur terakhir dari puisi ini menjadi tujuan utama diciptakannya sebuah puisi. Puisi yang bermakna mencerminkan puisi yang berkualitas tidak hanya indah di kata, rapi di larik, koheren di bait, atau bahkan merdu di bunyi. Makna ini sangat mempengaruhi pemilihan dan penyusunan unsure-unsur lainnya.
Di sini kami akan membahas jenis puisi berdasarkan Zaman. Karena jenis ini yang sering di jadikan acuan dalam pembuatan puisi. Dibawah ini adalah jenis puisi berdasarkan zaman :
 
1.    Puisi Lama
Puisi lama merupakan jenis puisi yang cenderung terikat oleh aturan-aturan, yaitu :
a.    Penggunaan jumlah kata dala satu larik(biasanya 4 kata)
b.   Pengguanaan jumlah larik pada satu bait(biasanya 4 larik)
c.    Persajakan atau penggunaan majas
d.   Penyesuaian Irama
Puisi lama juga mempunyai cirri, yaitu :
a.    Puisi rakyat tanpa diketahui nama pengarangnya
b.   Merupakan sastra lisan, yang penyampaiannya secara mulut ke mulut
c.    Sangat terikat dengan aturan-aturan diatas.
Adapun macam-macam puisi lama adalah sebagai berikut :
a.    Mantra merupakan kata yang dianggap mempunyai unsure ghaib.
b.   Pantun adalah puisi yang bercirikan dengan sajak a-b-a-b, terdapat 4 bait dengan ketentuan 2 baris awal sebagai sampiran dan 2 baris terakhir sebagai isinya.
c.    Karmina adalah pantun pendek
d.   Seloka adalah pantun berkait
e.   Gurindam adalah puisi bersajak a-a-a-a dan beisi nasihat
f.     Syair adalah puisi yang berisi cerita atau nasihat
g.    Talibun adalan pantun genap dengan bait yang terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
2.    Puisi Baru
Puisi yang penyusunannya lebih bebas, baik dari segi kata, larik, bait, bahkan rima dan irama, tapi tetap harus mengandung makna. Berikut adalah cirri-ciri puisi baru :
a.    Bentuknya simetris
b.   Mempunyai persajakan akhir
c.    Banyak menggunakan pola sajak pantun dan syair
d.   Tiap-tiap barisnya adalah kesatuan sebuah gatra(kesatuan sintaksis) dan tiap gatranya terdiri dari 2 kata dengan 4-5 suku kata.
Macam –macam puisi baru, yaitu :
a.    Balada adalah puisi berisi kisah atau cinta.
b.   Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
c.    Ode adalah puisi sanjungan atas orang yang berjasa.
d.   Epigram adalah puisi yang berisi tuntutan atau ajaran hidup
e.   Romansa adalah puisi luapan cinta kasih.
f.     Elegi adalah puisi ratapan atau kesedihan
g.    Satire adalah puisi berisi sindiran atau kritikan
h.   Distikon adalah pusis yang tiap baitnya berisi 2 baris
i.      Terzina adalah puisi yang tiap baitnya berisi 3 baris
j.     Kuatrain adalah puisi yang tiap baitnya berisi 4 baris
k.    Kuint adalah puisi yang tiap baitnya berisi 5 baris
l.      Sektet adalah puisi yang tiap baitnya berisi 6 baris
m. Septime adalah puisi yang tiap baitnya berisi 7 baris
n.   Oktaf/stanza adalah puisi yang tiap baitnya berisi 8 baris
o.   Sonata adalah puisi yang terdiri atas 14 baris
Demikian artikel tentang Pengertian Puisi dan jenisnya, semoga bermanfaat ya.

Related Posts to "Pengertian Puisi dan jenisnya"